Disaat kita nikmati kebersamaan

Banyak hal terlewatkan begitu saja

Keceriaan, gelak tawa serta canda ria

Semuanya mengalir begitu saja

 

Waktu yang tersedia

Seolah tak mampu menampungnya

Begitu cepat berlalu

Berlari seolah tak mau berhenti

 

Kenangan – kenangan itu tak terasa

Pergi meninggalkan semua kegembiraan

Keceriaan, gelak tawa serta canda ria

Satu persatu kenangan itu hilang sekejap mata

Ada sederet senyum saat terlintas memori yang dulu kala

 

Kenapa kegembiraan itu harus pergi

Tidak searah dengan langkah kaki

Kapan ini semua bisa terulang kembali

Akankah kita tidak akan bertemu lagi

 

Semua yang pernah kita jalani

Hari demi hari, waktu demi waktu

Tatkala kita lalui semuanya bersama

 

Banyak hal yang pernah terjadi

Karena itulah liturgy hidup yang kita miliki

Kadang benci, kesal dan kecewa

Juga senang hormat dan sayang

 

Sungguh luar biasa apa yang kita lalui bersama

Inikah pemberian yang tak ternilai dari Sang Kuasa

Yang sering kali tak pernah kita syukuri adanya

 

Bisik jiwa tlah terputus dalam satu hembusan nafas

Dalam tawa dan duka

Yakinlah selalu

Bahwa segala luka yang menyobek hatimu

Adalah pisau yang mengalir disetiap tetes darahku

Kesedihan yang Nampak diraut mukamu

Adalah kepedihan terdalamku

Ketidakramahan dirimu adalah penyobek hatiku

 

Tahukah kamu…

Bahwa secerah tawa yang dulu selalu menghiasi wajahmu

Kini tlah pudar dan bukan lagi

Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan aku

Kini kau telah melepas jemari itu

Padahal aku rapuh tanpa tangan itu

Aku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku

 

Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalah

Sebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemah

Kini tak akan pernah lagi kudapati lagi

Kemana aku harus mencari itu semua

Karena kini kau tlah pergi