Kita kenal saat bangku sekolah

Saat itu mukamu merah

Karena malu, bukan karena marah

 

Waktu tanpa terasa begitu cepat berlalu

Kudekati hatimu

Saat itu, kita masih malu malu

Kuungkap semua perasaanku

Bahwa aku mencintaimu

 

Kau pergi tuk kejar semua mimpi

Saat itu aku sendiri dan hanya berteman sepi

Semua itu terasa begitu menyiksa diri

Samp[ai akhirnya q tak kuat lagi

 

Maaf, kucoba tuk coba cari penggantimu

Ber4harap bisa obati sepi dalam hariku

Tapi nyata, semua itu berlalu

Dan kembali kunyanyikan lagu sendu

 

Kini, kutahu kau terluka

Dan mungkin tak pernah dapat kau lupa

Maafkan aku yang tak sempurna

Sesempurna cinta dan tulus mu setia

 

Terima kasih atas warna yang kau beri

Semua itu terasa begitu berarti

Kuberharap kelak suatu saat nanti

Kau akan mengerti

Kenapa aku begini