Category: curahan hati


Belum Ada Judul

Kita kenal saat bangku sekolah

Saat itu mukamu merah

Karena malu, bukan karena marah

 

Waktu tanpa terasa begitu cepat berlalu

Kudekati hatimu

Saat itu, kita masih malu malu

Kuungkap semua perasaanku

Bahwa aku mencintaimu

 

Kau pergi tuk kejar semua mimpi

Saat itu aku sendiri dan hanya berteman sepi

Semua itu terasa begitu menyiksa diri

Samp[ai akhirnya q tak kuat lagi

 

Maaf, kucoba tuk coba cari penggantimu

Ber4harap bisa obati sepi dalam hariku

Tapi nyata, semua itu berlalu

Dan kembali kunyanyikan lagu sendu

 

Kini, kutahu kau terluka

Dan mungkin tak pernah dapat kau lupa

Maafkan aku yang tak sempurna

Sesempurna cinta dan tulus mu setia

 

Terima kasih atas warna yang kau beri

Semua itu terasa begitu berarti

Kuberharap kelak suatu saat nanti

Kau akan mengerti

Kenapa aku begini

Sebuah Kenangan

 

Disaat kita nikmati kebersamaan

Banyak hal terlewatkan begitu saja

Keceriaan, gelak tawa serta canda ria

Semuanya mengalir begitu saja

 

Waktu yang tersedia

Seolah tak mampu menampungnya

Begitu cepat berlalu

Berlari seolah tak mau berhenti

 

Kenangan – kenangan itu tak terasa

Pergi meninggalkan semua kegembiraan

Keceriaan, gelak tawa serta canda ria

Satu persatu kenangan itu hilang sekejap mata

Ada sederet senyum saat terlintas memori yang dulu kala

 

Kenapa kegembiraan itu harus pergi

Tidak searah dengan langkah kaki

Kapan ini semua bisa terulang kembali

Akankah kita tidak akan bertemu lagi

 

Semua yang pernah kita jalani

Hari demi hari, waktu demi waktu

Tatkala kita lalui semuanya bersama

 

Banyak hal yang pernah terjadi

Karena itulah liturgy hidup yang kita miliki

Kadang benci, kesal dan kecewa

Juga senang hormat dan sayang

 

Sungguh luar biasa apa yang kita lalui bersama

Inikah pemberian yang tak ternilai dari Sang Kuasa

Yang sering kali tak pernah kita syukuri adanya

 

Bisik jiwa tlah terputus dalam satu hembusan nafas

Dalam tawa dan duka

Yakinlah selalu

Bahwa segala luka yang menyobek hatimu

Adalah pisau yang mengalir disetiap tetes darahku

Kesedihan yang Nampak diraut mukamu

Adalah kepedihan terdalamku

Ketidakramahan dirimu adalah penyobek hatiku

 

Tahukah kamu…

Bahwa secerah tawa yang dulu selalu menghiasi wajahmu

Kini tlah pudar dan bukan lagi

Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan aku

Kini kau telah melepas jemari itu

Padahal aku rapuh tanpa tangan itu

Aku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku

 

Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalah

Sebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemah

Kini tak akan pernah lagi kudapati lagi

Kemana aku harus mencari itu semua

Karena kini kau tlah pergi

 

 

 

Luka, luka, luka…….

 

Kini semua harus kurelakan

Semua hal yang dulu kurasakan

Indah cinta dan hangat pelukan

Kini tak lagi kudapatkan

 

Kau yang dulu kucinta

Kini hanya membuat luka

Luka yang kini kurasa

Sakit, hingga menetes air mata

 

Apakah kau tak bisa merasakan

Apa yang kini kurasakan

Ataukah aku hanya pelampiasan

Disaat sepi yang kau dapatkan

 

Aku sadar, aku bukan seorang yang sempurna

Sesempurna cinta ini untukmu

Kau yang dulu ada

Kini akan kucoba tuk lupakan

 

Cinta, sayang, dan rindu

Seolah semuanya palsu

Hanya pemanis kata semata

Tanpa ada sedikitpun yang kau  rasa

 

Hanya Kamu

Terungkap rasa dalam hatiku

Terucap kata dari mulutku

Bahwa aku menyayangimu

Bahwa aku mencintaimu

 

Aku berusaha menyakinkan diri

Bahwa kaulah yang terbaik saat ini

Yang selalu menghiasi hari – hari

Dengan canda tawa dan senyum pasti

 

Paras cantik membuatku tertarik

Wajah manis membuat gundahku tepis

Apa adanya itu yang kusuka darimu

Semoga kita bias selalu bersama…, selamanya

 

Ku sadar, banyak yang menginginkan mu diluar

Tapi takkan kubiarkan rasa sayang dan cintamu memudar

Karena cinta dan sayangku kepadamu akan terus berkobar

Hingga nanti suatu saat kau kan tersadar

 

Betapa besar rasa cinta dan sayang untukmu

Betapa tingginya khayalku akan kamu

Karena yang kumau hanyalah kamu

Kelak sebagai pendamping hidupku

 

 

Mawarku

Mawarku

Biarkan aku menghela nafas

Dengan udara baru yang terasa segar

Biarkan aku berlari

Beranjak pergi menggapai mimpi

Dalam jalan yang terasa panjang

Banyak bertaburan bunga – bunga indah

Tapi aku tak berani memetiknya

Menunggu hingga tiba saat yang tepat

Ada satu bunga yang kusuka

Kilau warnanya yang menarik

Membuat ku tertarik untuk mendekatinya

Memetik dan akan ku pajang di kamarku

Kan kujadikan penghias hidupku

Menemani ku dalam kesendirian

Berharap bunga itu tidak berduri

Yang bisa menimbulkan luka

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.