“Cha, Aku pengin ngomong tentang masalah yang kemarin” suara itu terdengar pelan dan penuh harapan.
“ya udah tinggal ngomong aja” Jawab Cha2 singkat menanggapi omongan Didi.
Aku tahu aku salah, aku tahu kamu kecewa, tapi itu bukan berarti aku dah ga sayang lagi ma kamu Cha… Jujur sampai saat ini mungkin hanya kau lah yang terbaik yang pernah ada di hatiku. Aku Cuma pengin masalah kita Clear, kita ga saling manjauh, ga saling berantem.
Didi berusaha menjelaskan panjang lebar.
Cha, Kamu bisa liat aku ga? Aku kan lagi ngomong ma kamu. Ucap Didi dengan nada sedikit kesal karena selama dia ngomong, wajah cha2 serta pikirannya ga disitu. Entah kemana pikiran Cha2 melayang.
Iya…, lanjutin aja….balas Cha2 dengan singkat.
Didi berusaha bilang ke Cha2 buat ngobrol di tempat yang enak, soalnya di tempat yang kini mereka berdua duduki terasa ramai banget seramai pertunjukan pasar malam di desa2.
Tapi semua usaha Didi sia2, karena Cha2 milih untuk tetap di situ.
Didi akhirnya pasrah dengan jawaban yang keluar dari mulut seorang cewe yang belakangan ini sering ribut dengannya Cuma gara2 masalah sepele.
Akhirnya perlahan Di2 mulai bangkit dari tempat dudunya. Perlahan Di2 beranjak dari samping gadis yang selama ini menjadi kekasihnya. Dengan hati yang terluka dan gondok, Didi melangkah dengan pasti mengajak temannya yang bernama Cantao meninggalkan tempat itu.
“nyebelin” teriak Di2.
“Kenapa” balas Cantao
“Balik aja yuk, ku dah BT banget disini”
Sewaktu mau balik ke rumah, tiba2 terdengar suara kembang api.
Kali ini ada pesta kembang api yang tepat berada di depan mereka.
Merekapun kemudian mengurungkan niatnya untuk pulang.
Nikmati ini aja bro….!!! Teriak Cantao ditengah bunyi kembang api.
Anggap ini hadiah dari Tuhan buat kamu, agar kamu ga sedih lagi, Cantao berusaha nenangin hati sahabatnya itu.
”Bro… aku ga nyangka Cuma hal kaya gini aja dia tega banget ma aku” Di2 mulai angkat bicara dengan masalahnya itu.
”Mang dulunya gimana sih bro….kok bisa jadi kaya gini” bales Cantao
Dulu semuanya terasa begitu indah.
Kisah ini berawal dari perkenalan mereka di telepon.
Anehnya setelah 3 tahun ga ketemu justru hubungan mereka semakin erat.
Padahal dulu, 3 tahun mereka sekolah bersama dalam satu kelas. Tapi ga pernah ada komunikasi yang baik. Menthok2 nya mereka bisa komunikasi dengan baik saat ulangan umum bersama, itu aja kalau gurunya lengah.
Seiring kerapnya frequensi komunikasi lewat telp akhirnya lama kelamaan mereka tahu karakter masing2. Tak jarang mereka bisa menghabiskan waktunya hanya untuk ber telepon atau ber SMS ria.
Hubungan mereka boleh dibilang Hubungan Jarak Jauh, karena Didi bekerja di Jakarta sedangkan Cha2 masih tetep tinggal di kampung sambil menunggu panggilan.
Suatu saat Didi pulang ke kampung halamannya, biasanya Didi pulang 1 bulan sekali untuk menengok keluarga serta teman2 nya.
Setelah sampai di kampung Didi teringat akan janjinya.
Segera bergegaslah dia pergi ketempat Cha2.
Sesampainya dirumah Cha2 sekitar jam 18.00 saat matahari terbenam dengan indahnya.
Hai…..sapa seorang cewe dengan rok panjang dan juga kaos berwarna ungu.
Didi terdiam sejenak memandang wajah seseorang yang baru saja menyapanya.
Kok beda ya….(gumamnya Didi dalam hati).
Hey….sini masuk….
Saat itu juga lamunan Didi memudar.
Eh iya,…sambil sesekali menggaruk kepalanya serta sedikit merapikan sisirannya yang dari tadi ditutupi Helm.
Tunggu sebentar ya…, aku buatin kopi dulu…
Ga usah repot2 Cha….
Ga papa Di…..
Hehehe…..maksudnya sekalian keluarin semuanya aja (Mereka berdua tertawa)
Akhirnya mereka berdua ngobrol tentang masa lalu…., tentang aktivitasnya dan banyak lagi yang lainnya.
Wah….dah malam nich, kayaknya aku harus pulang dech….(sambil merilik jam yang melekat erat di tangan kirinya menunjukan angka 21.00)
Yach….baru aja bentar
Kebiasaan di kampung kalau misal sudah jam 21.00, tamu harus pulang. Hal ini sebenernya bertujuan baik.
Akhirnya Didi pun pulang ke rumah. Sejak peristiwa itu setiap kali Didi pulang kerumah, hal yang paling utama adalah ketemu dengan Cha2.
Pertemuan berikutnya Didi ngajak Cha2 jalan keluar, kebetulan pas waktu itu Didi nyampe tempat Cha2 jam 13.00 jadi masih ada waktu untuk sekedar jalan bersama.
Saat itu Cha2 nagajakin jalan ke Pegunungan. Semaya namanya. Saat sudah mulai masuk ke kawasan tersebut, udara terasa begitu dingin hingga menusuk ke tulang sum2.
Saat sudah sampai betapa indahnya tempat itu.
Sekarang yang terpampar di depan mereka adalah karunia Sang Maha Kuasa. Alam yang Indah dengan Udara yang begitu segar. Sambil sesekali melihat Bapak2 yang sedang memikul padi hasil panennya.
Keceriaan jelas terlihat di wajah 2 insan yang kini sedang terbaring diatas hijaunya rerumputan memandangi langit yang begitu indah.
Cha2 curang…..ucap Didi memecah sunyinya suasana.
Dengan mengerutkan dahi seolah kaget dengan apa yang baru saja Didi omongin.
Maksud kamu apa…..seolah bingung dengan ucapan itu.
Ya, Coba dari dulu Cha2 ngajakin aku kesini pasti sekarang jauh lebih enak kan?
Maksudnya…???
Hehehe….ga papa
Mereka ber 2 menghabiskan waktu sampai matahari hampir tenggelam.
Akhirnya memang waktulah yang harus memisahkan mereka juga.
Seiring berjalannya waktu hubungan mereka semakin erat saja. Tiap kali da kesempatan pulang, Didi selalu meluangkan waktu untuk menemui Cha2.
Saat mereke ber2 jalan, hal yang tidak pernah absen adalah kuliner, dari ayam bakar, jus melon, serta Ice cream selalu jadi menu andalan.
Cha2 yang Didi kenal oranganya baik banget, perhatian, ya walaupun kadang sedikit nyebelin.
Suatu hari Didi minta Cha2 buat ngirimin foto lewat MMS,
Cuma iseng aja ya…buat kenang2an lah niat Didi di dalam hati.
Ting…ting…. bunyi Handphone pertanda ada pesan masuk.
Didi bergegas menuju asal bunyi handphone nya. Dengan penuh antusias Didi segera membuka pesan MMS yang baru saja diterimanya dari Cha2.
Dilihatnya…
Tiba2 perasaan Didi berbeda dari biasanya, Didi merasa ga bosen2 buat ngliatin foto di HP nya.
Sejenak Didi berkata di dalm hati “apakah aku telah Jatuh hati padanya”
Lamunan Didi buyar dikagetkan dengan bunyi lagu PETERPAN “Walau Habis Terang” yang kini jadi special tone untuk Cha2.
Halo…..
Hey…, dah terima MMS nya belum?
Hehehe….Udah Cha makacih ya….
Eits….tunggu dulu, sekarang giliran kamu kirimin aku foto kamu…
Ehm, gimana ya? Sedikit menggoda agar membuat Cha2 memaksa, seolah pertanda bahwa ia sangat membutuhkan Fotonya.
Curang….!!! dengan nada sedikit kesal
Ya….,iya ntar aku kirimin.
Janji Loh…awas aja kalau bohong.
Dikala heningnya malam yang serasa lengkap dengan udara yang kian menusuk, Didi masih saja membuka HP nya untuk sekali lagi melihat foto cha2. Seolah ga akan pernah puas untuk terus melihat.
Sadar dengan apa yang telah kini Didi rasakan, ia berusaha buat mencari watktu untuk mengatakan semuanya.
Perasaan yang dulu hanya sebatas temen sekarang sudah berubah menjadi Cinta yang kadang bisa membutakan.
4 bulan sudah dilaluinya, tak jarang pula kadang mereka berantem. Anehnya kadang Cuma gara2 hal sepele yang sebenernya ga perlu diributin.
Akhirnya suatu hari Didi berusaha buat ngungkapin apa yang sekarang ada dibenaknya yang serasa telah memenuhi seluruh isi kepalanya. Sebuah hari dimana Didi ngungkapin semua perasaannya.
”Cha, aku boleh ngomong ga” suara itu terdengar merdu walaupun keluar lewat HP
”Tinggal ngomong aja, kenapa sich…jangan buat aku jadi gimana donk…”
”Cha, aku sayang banget ma kamu”
”Iya, aku tahu kok kamu sayang ma aku, buktinya kamu sering sms aku, sering perhatian ma aku, sering telepon aku, pokoknya kamu baik banget ama aku. Jadi itu udah jadi bukti kalau kamu emang sayang ma aku” hehehe…. ke GR an ga sichh… ( balas Cha2 menggoda)
”Cha, sekarang rasa sayang yang kumiliki sekarang dah berubah…”
rasa itu sekarang sudah berubah menjadi rasa cinta
eh…. lantunan kata Cha2 terpotong2 mungkin karena dia tidak percaya akan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Didi.
Hanya diam dan juga membisu, Cha2 kemudian balik bertanya sama Didi.
”Kamu serius….!!!” Cha2 seolah tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya.
”Iya Cha…, Q serius ngomong ini” Setelah apa yang selama ini aku rasakan bersamamu semua nya terasa begitu indah..
Akhirnya Cha2 dan Di2 menjalin hubungan yang lebih dari sekedar temen atau sahabat.
Tak jarang saat Di2 pulang ke kampung hanya menghabiskan waktu Cuma buat berduaan dengan Cha2.
Sampai akhirnya suatu saat terjadi konflik diantara Cha2 dan Di2.
Sebuah masalah yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan terlalu serius, tapi apalah daya semuanya sudah terjadi.
Cha, hari ini Q dah dirumah…..
Hey….kok ga bilang sih….. (kaget mendengar berita itu)
Ehm…ntar jam 5an ku ke tempat kamu ya…., bisa ga?
Ya bisa lah, apa sih yang ga buat kamu….
Cieh….., ya udah. Thanks ya Cha..
Sementara Di2 masih merasa lelah setelah perjalanan jauh dari JKT menuju PWT. Diliriknya jam ditangan yang melekat manis selaras dengan warna baju yang dipakai, jam menunjuk tepat pukul 4 sore. Pikirnya dalam hati ”istirahat dulu ah, lagian masih da waktu”.
Didi segera merebahkan diri di tempat tidur.
Istirahat Di2 terganggu karena sura keras dari luar kamar, yang ternyata hanyalah sekelompok anak kecil yang sedang bermain petak umpet.
“kirain siapa? Huh….
Tapi betapa kaget setengah mati, saat Didi melihat jam yang masih melekat di tangannya. Jam menunjuk pukul 6 sore.
Wah….., telat nich….
Segera ia bergegas menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya yang terasa kucel karena baru bangun dari tidur. 5 menit Di2 berada dalam kamar mandi, terdengar suara pintu dibuka.
Didi terlihat tergesa – gesa menuju kamar, untuk mengganti pakaian dan segera merapikan rambutnya yang terasa acak2an. Tanpa lupa ia menemprotkan sepercik parfum disetiap lekuk tubuhnya.
Ia segera bergegas menuju tempat Cha2, yang sedari tadi menunggunya. Dipastikan perjalanan sekitar 45 menit dari tempat Di2 ke tempat Cha2 yang diketahui belakangan ini selalu menemani hatinya.
45 menit sudah, akhirnya Di2 nyampe juga di tempat yang dituju.
Terdengar suara ketukan pintu 3 kali sambil diiringi suara memanggil
Cha, Cha…..
Dibukakannya pintu, terpampang jelas dihadapan Cha2 orang yang selama ini dia sayangi.
Tapi kali ini sambutan Cha2 berbeda dari biasanya, Cha2 terlihat cuek dan kesel.
Mungkin ni semua karena sedari tadi Cha2 dah telalu bosan nungguin orang yang kini tengah merengek meminta maaf dan menjelaskan tentang semua kejadian yang membuat dia terlambat datang.
10 menit berlalu semenjak kedatangan Di2 ketempat Cha2, tapi terasa sepi, belum ada kata2 yang keluar dari kedua mulut sepasang kekasih itu.
”Huh….. jauh2 dari jakarta kesini Cuma buat nemui kamu doank, kok malah jadinya kaya gini….” terlihat suara penuh kesal dari mulut di2.
”Yang ngebuat suasana kaya gini siapa” balas Cha2.
”Ya, ku tahu ku salah, tapi aku kan dah minta maaf ma kamu and ku juga dah jelasin semuanya kan”
Akhirnya suasana lebih kondusif dari pada yang tadi, sekarang hanya canda dan tawa yang ada ditengah – tengah mereka.
”Eh…kamu kan datangnya telat…
”Terus…., potong didi sebelum Cha2 selesai ngomong”
”Ya, kamu pulangnya agak maleman, GPP kan?
”Ehm….gimana yach…… ledek Didi.
”Tuh kan kok gitu sich…..
”Ya,…apa sih yang ga buat kamu…Hehehe….
Tapi tidak lama setelah mereka kembali akrab, tiba2 terdengar suara HP pertanda ada SMS masuk.
Tiba2 suasana kembali hening, terlebih Cha2 yang dengan curiga memandang wajah Di2. Karena belakangan diketahui bahwa HP yang berbunyi adalah punya Di2.
Dirogohnya kantong celana, diambilnya HP yang tadi barusan berbunyi. Dibukannya sms.
”Di, masih di PWK kan. Beliin Ayam Jawa ya di Pasar Manis, bukanya Cuma sampai jam 8 malem. Makasih….
Setelah membaca SMS yang diketehui dari kakaknya itu, segera Di2 melirik Jam ditangannya.
Melihat Di2 yang sedang memandang jam di tangan dengan gelisah Cha2 angkat bicara
“Aku ga suka, kamu liatin jam tangan terus? Trus tadi sms dari siapa?
Didi segera manceritakan tentang semuanya.
Didi harus segera bergegas sebelum toko itu tutup.
Didi berusaha buat Cha2 agar mau ngertiin apa yang sekarang ini tengah melanda Di2.
Tapi seolah Cha2 kecewa dengan sikap di2, hal ni terbukti dengan sikap Cha2 saat Di2 pulang. Dulu dengan setia Cha2 nemenin Di2 sampai depan rumah, dengan senyum manis yang melekat dibibirnya pun tak diberikan lagi buat seorang yang selama ini menyayangi dia.
Waktu berlalu, begitu cepat apa yang telah dialami Di2 kemarin. Sampai akhirnya dia harus pulang lagi ke jakarta.
Ditengah perjalanannya pulang ke jakarta Di2 terus berfikir tentang apa yang telah dia alami barusan dengan Cha2.
“Apakah ini yang namanya kasih sayang dan cinta”
”Kenapa sich Cha2 begitu cuek dengan aku, seakan ku disitu tidak berarti apa2” gumam Di2 dalam hati.
Perlahan, Di2 mulai membuka Handphone Flip nya. Jemarinya mulai memencet keypet. Hingga terpampang di layar HP sebuah tulisan ”Cha, aku tahu kau terluka karena aku. Atas semua sikap ku, atas janji yang aku ingkari. Mungkin ku harus sadar siapa aku, mungkin benar Cha, ku bukan yang terbaik untuk mu karena terbukti selama ini Cha2 sudah banyak terluka gara – gara aku. Kuberharap Cha2 bisa dapat yang lebih baik dan lebih perhatian dari aku. Thanks ya Cha, buat semuanya”.
Tak lama setelah Di2 mengirim sms itu ke Cha2, terdengar bunyi HP Di2 dengan nada dering dari PETERPAN yang menjadi special tone buat Cha2.
’Maksud kamu apa’ suara Cha2 terdengar marah dengan nada sedikit sedih.
”Cha, ku dah berusaha buat ngasih yang terbaik buat kamu, ku coba ngasih perhatian, cinta dan kasih sayang buat kamu, tapi…… sekarang buktinya Cha2 kecewa karena aku. Dan tu semua jelas terbukti dengan sikap Cha2 yang kemarin”.
Perdebatan pun seolah tak bisa dihentikan, sampai akhirnya Di2 nyaranin buat membahas masalah ini jika ketemu saja.
Terdengar nada Telp ditutup.
Cha2 terlihat marah karene sikap Di2 yang seperti itu.
Sesampainya di JKT Di2 langsung telp ke Cha2 buat ngejelasin semuanya.
Tapi, berkali kali di telp ga pernah diangkat, tiap kali di sms juga ga pernah dibales.
Semua ini membuat Di2 kecewa, dan agak marah.
Berminggu minggu sudah tak pernah ada kabar dari seorang Cha2 yang selama ini menjadi kekasihnya.
Sampai suatu saat, di2 berusaha lagi buat telp Cha2.
2 kali ga diangkat.
”Huff….., ya udah lah kalau musalnya ini udah ga diangkat aku pasrah.
Seolah Di2 sudah terlalu bosan dengan sikap Cha2 yang berminggu minggu nyuekin abis.
Perlahan Di2 kembali memencet nomor telp Cha2.
”Cha……, terdengar suara Di2 memanggil Cha2. pertanda Cha2 telah mengangkat telp.
Tapi dari nada bicara Cha2, seolah menandakan Cha2 yang sudah ga peduli lagi.
“Terserah lah Cha, kamu mau dengerin aku apa ga” Ku juga lama2 bosan dengan semua ini. Maaf jika selama ini aku telah banyak salah ma kamu. Aku Cuma pengin ni masalah Clear. Cha…, please aku minta waktunya untuk ketemuan buat ngejelasin semuanya Cha. Abis itu terserah kamu mau apa….
Makasih ya Cha……..
Suara Di2 memberondong Cha2.
Tapi Cha2 hanya menjawab singkat “ya”.
Sampai akhirnya hari yang ditunggu Di2 telah datang, Di2 akan bertemu dengan Cha2 untuk menjelaskan semuanya, tentang masalah yang dulu. Di2 bertekad untuk tidak terlambat, dan akan nyelesaiin masalah itu.







